Galau


Galau adalah Keadaan Dimana seseorang menjadi murung secara mendadak bisa dibilang Manyun Sindrom. Ya, Manyun secara dratis, dimana secara dratis gerak bibir menjadi manyun secara tidak wajar! waw mengesankan!. Emosional seseorang akan turun dratis menuju titik kesedihan paling dasar. (versi http://galau.blogdetik.com).

Galau merupakan makanan yang paling tidak asing di berbagai media informasi sekarang, dari status facebook, twitter, sampai judul film pun ikut-ikutan galau. Padahal istilah ini sudah dari zaman dulu, kenapa istilah ini baru ngetren sekarang-sekarang ini!?, entah kenapa kok bisa begitu.

Ada istilah GALAU itu diartikan sebagai “Gelisah Antara Lanjut Atau Udahan”, kayaknya kok gak aku banget ya. Dikatakan Lanjut gak cocok dengan keadaan sekarang, dikatakan Udahan, emang aku siapa? (sok kepedean). Bukan galau seperti itu yang saya maksud, tapi galau antara komitmen dan beberapa komitmen yang terselubung (modus).

Sangat kompleks galau yang saya rasakan sekarang, kalau saya bagi ada 3 klasifikasi galau yang saya alami.

#1: Galau Koneksi

Ada beberapa tugas yang harus segera saya selesaikan, dari mengisi kontent blog, portal resmi organisasi sampai maintenance framework. Dari miskin koneksi inilah membuat saya galau karena tugas-tugas tersebut membutuhkan koneksi internet yang cukup bandwithnya. Terkadang terpaksa semalaman numpang hotspot kampus.

#2: Galau Komitmen

Kurang enak sih sebenarnya curhat blak-blakan diblog,  tapi saya cuplik saja. Ceritanya sih tidak jauh beda dengan film #republiktwitter, tapi bedanya yang cewek memang sudah benar-benar berstatus. Awal dari sinilah sebenarnya galau-galau tercipta, yang membuat hari-hari saya terasa monotone, tidak ada inspirasi lagi. Karena kalau saya paksa berinspirasi ke dia, malah membuat semakin kosong. (udah itu ajalah)

#3. Galau Posisi

Profesi pemegang full akses sebuah portal organisasi, dan saya berperan sebagai PJ teknisnya. bukan masalah profesinya yang saya galaukan, tetapi ada pada organisasi itu sendiri. Sekilas nyaman dengan organisasi yang saya huni, tetapi lambat laun mulai rontok kenyamanan itu, dari tidak adanya kerukunan antar personal dalam intern organisasi, meskipun sama-sama menjabat jadi orang penting disitu. Pada intinya sudah mulai bosan (Males) dalam organisasi tersebut, karena sudah menjadi cabang pikiran saya sehingga tidak terlalu konsentrasi kuliah.

:: Sejenak berfikir, tulisan yang jelek. gak apa lah, yang penting bisa mengurangi beban pikiran saya. Terimakasih kan @ZaimWahid, sudah support dalam hal apapun, teman-teman yang sering saya curhati. Terimakasih semuanya sudah support saya untuk tetap melanjutkan komitmen yang sempat tersendat ini.

Iklan

Ejekan:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s