./
Root

Tulisan Terbaru

Syukuran Wisuda KMPP UIN

Sebuah perjalanan panjang yang ditempuh untuk mencapai gelar “S” (Sarjana -red) pada sebuah perguruan tinggi yang berada di Yogyakarta. Saudara kita Zaimul Umam merayakan kemerdekaannya lewat syukuran wisuda pada malem Minggu 14 Januari 2012, bertempat di Gelanggang UIN Sunan Kalijaga (Teater eSKa). Hujan deras mengguyur Kota Yogyakarta dan sekitar, namun acara tersebut tetap berlangsung meriah, … Continue reading »

Aside

  • Judul ini merupakan adaptasi dari kartun karya Peter Steiner yang pernah dimuat di The New Yorker, “On The Internet, Nobody Knows You’re a Dog”. Prolog: Polda Metro Jaya, Jakarta (2004). Suasana hiruk pikuk kian tak terkendali ketika pembawa acara mengatakan bahwa jumpa pers akan segera dimulai karena Trixie The Tricky sudah memasuki ruangan. Kumpulan wartawan memberondong siapa saja yang masuk dari arah pintu masuk. Ternyata mereka adalah beberapa narasumber yang sudah akrab bagi wartawan dan publik. Seorang gadis mungil, kurus cenderung kerempeng dan wajah pucat duduk dengan manis di kursi deret paling belakang. Air mukanya innocent dengan kacamata ala kutubuku. Tak seorangpun mempeduliknnya. Sosoknya yaag dibalut dengan baju ala kadarnya tak mengenal perkembangan fashion sungguh tidak mengundang perhatian. Ditambah dengan sikap diam, malu-malu menatap orang, dengan tatapan mata kosong, menandakan pikirannya sedang melayang entah kemana. Komandan reserse bagian kejahatan informatika, seorang pakar hukum dan pengamat teknologi informasi sudah menduduki kursi pembicara. Mereka mulai bercuap-cuap ihwal tertangkapnya otak cybercrime sekaligus pimpinan komunitas underground Internet. “Kami memang sudah berhasil menjemput Trixie ini langsung dari rumahnya. Tapi keberadaannya masih kami belum bisa kami sebutkan karena masih menunggu bukti-bukti otentik lain.” Suara lain terdengar, “Undang-undang yang sudah ada saat ini mampu menjerat tindak kriminal di Internet walau kita belum punya cyberlaw…” Lalu ditimpali wartawan yang bertanya kritis. Ujung dari semua itu adalah pertanyaan, dimanakah si hacker yang katanya sudah tertangkap itu disembunyikan? Wartawan tambah tak sabar berkasak-kusuk saling bertanya dimana Trixie. Waktu terus berlalu dan panitia tak jua mengumumkan dimana Trixie. Para narasumber di depan hanya cuap-cuap tak tentu arah. Polisi memamerkan kepiawaiannya meringkus hacker yang diduga mengomandani semua kasus kejahatan Internet yang belakangan marak terjadi. “Dialah pimpinannya, setidaknya begitu menurut kesaksian beberapa temannya.” Gadis pucat kerempeng tadi, yang duduk diam di sebelah seorang wartawan yang nampak anteng mulai bergeming. Ia diapit dua lelaki berbadan kekar. Yang satu beranjak pergi. Satu lagi nampak keasyikan sendiri tenggelam menyaksikan jalannya acara. “Saya mau ke toilet,” ujar si gadis pelan. Si lelaki kekar hanya mengangguk. Gadis beringsut bangun. Dilihatnya seorang wartawan anteng menekuni buku notesnya. “Kamu wartawan?” “Ya betul, kenapa mbak?” “Kalau saya beritahu dimana Trixie, maukah kamu berjanji tidak bilang siapa-siapa dan menuruti semua kata saya?” Si lelaki yang ternyata adalah wartawan sebuah harian ibukota terkejut seolah tak percaya. Sudah hampir satu jam ia menunggu di tempat ini tanpa kepastian munculnya tersangka pemimpin komunitas cybercrime itu. Mendengar nama Trixie disebut, kontan ia tersontak. “Wah, yang bener mbak. Tentu saja mau!” “Ikuti saya.” Si wartawan membuntuti perempuan kurus tadi. Mereka menyelinap ke belakang. Di dekat toilet, si gadis kurus terhenti. Ia terduduk di kursi kayu dekat situ. “Saya Trixie. Saya ngga mau tampil di depan sana dan jadi santapan media. Saya hanya mau bicara dengan satu wartawan yang saya percaya. Kamu sejak tadi diam saja dan sabar menunggu. Mau ke kedai kopi dekat sini?” “Tunggu dulu. Kalau kamu benar Trixie yang katanya tertangkap itu, bagaimana mungkin kamu bisa bebas berkeliaran,” si wartawan sangsi menahan langkahnya. (lagi...)
  • GOLEK DALAN PADANG A. arti yang tersurat mencari jalan terang golek: mencari dalan: jalan padhang: terang B. arti yang tersirat mengamalkan kebaikan untuk sesama hidup C. nilai yang terkandung ungkapan ini mengan dung nilai positif, yang intinya ialah menasihatkan agar kita bersikap bersedia mengamalkan perbuatan baik untuk kepantingan hidup bersama. berbuat baikunutk orang lain bukan untuk mnrcri pujian, bukan mengharapakan sanjungan. melainkan dijalankan dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih. membina dan menggalang kerukunan, bersedia menolong orang lain yang memerlukan pertolongn dan sebagainya, merupakan perbuatn yang dapat dikelompokkan kedalam ugnkapan golek dalan padhang. (lagi...)

blog-indonesia.com

Status

Choiroel on Twitter

Visitor

  • 4,794 Sahabat

Arsip

Masukkan E-Mail Anda Untuk Berlanggan!

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

Support by:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.